Bagaimana Cara Mengenali Ketuban Pecah Dini?

Beberapa ibu di berbagai negara mengalami ketuban pecah dini. Lalu apa itu ketuban pecah dini? 

Pengertian ketuban pecah dini relatif sama dalam dunia kedokteran. Dari kalimatnya saja sudah bisa dimengerti bahwa ketuban pecah dini adalah suatu kondisi dimana pecahnya ketuban lebih dini atau sebelum waktunya melahirkan. Kondisi tersebut dalam dunia kedokteran disebut dengan  premature rupture of membranes (PROM). Dikatakan lebih dini yaitu terjadi berkisar 12 jam atau lebih sebelum waktu melahirkan (ketuban pecah dini memanjang ). Maka pengertian ketuban pecah dini dilihat dari kondisinya akan memunculkan dua istilah yang berbeda. 

Kondisi PROM masih tergolong normal. Akan tetapi, ketuban bisa dikatakan pecah terlalu dini jika terjadi jauh sebelum minggu ke-37. Namun untuk ketuban pecah dini memanjang (peterm) perlu penanganan yang lebih serius. Dalam dunia medis populer disebut dengan KPD. KPD merupakan komplikasi saat kehamilan yang cukup membahayakan yang dapat menyebabkan seorang ibu melahirkan dengan prematur. Itu terjadi apabila ketuban pecah sebelum usia kehamilan menginjak 37 minggu atau sebelum janin matang. Semakin dini ketuban pecah, semakin harus ditangani secara serius demi menghindari kemungkinan buruk terjadi antara si ibu atau si cabang bayi. Karenanya ketika ketuban sudah pecah meskipun terbilang dini, bayi terpaksa harus segera dilahirkan agar tidak terjadi infeksi. 

Fungsi ketuban

Ketuban berbentuk berupa kantung yang berisi cairan yang melumasi janin sekaligus menjadi pelindung bagi janin dalam rahim. Cairan yang dibungkus dengan kantung ketuban menjadikan bayi leluasa bergerak, itulah yang sering kali dirasakan oleh para ibu hamil. Kantung ketuban memiliki dua lapisan atau yang dalam dunia kedokteran disebut dengan chorin (lapisan luar) dan amnion (lapisan dalam) kedua lapisan tersebut cukup kuat dan elastis sehingga kuat melindungi calon bayi kecuali terjadi tekanan atau benturan yang sangat keras yang menyebabkan ketuban pecah. 

Secara alami, tubuh seorang wanita hamil dapat merasakan kapan waktu dimana merasakan ketuban akan pecah akibat pergerakan bayi yang cukup kuat mendorong keluar  ke arah jalan lahir atau serviks. Sehingga memungkinkan untuk ketuban dapat pecah. Hal lain yang menjadi penyebab adalah ketika kontraksi Rahim. Hal tersebut merupakan proses alami menuju persalinan. Kolagen yang menjadi penguat selaput luar atau cchorin seiring berjalannya waktu jumlahnya menurun sehingga menjadikan kantung ketuban semakin lemah saat menuju waktu persalinan. Ketika ketuban mulai pecah, maka proses persalinan bisa berlangsung normal. 

Gejala Ketuban Pecah dini

Ketuban pecah dini bisa dirasakan dengan keluarnya cairan melalui vagina yang berbau manis. Cairan tersebut bisa menetes sampai mengalir tergantung pada luas tidaknya kantung ketuban yang sobek. Cairan tersebut terus menerus mengalir hingga waktunya persalinan tiba. Jadi tidak akan berhenti atau mengering. Namun ketika seorang ibu hamil dengan ketuban pecah dini memposisikan dirinya duduk maka saluran cairan ketuban akan tersumbat sementara karena terganjal dengan kepala bayi yang sudah mulai akan keluar. Gejala tersebut dirasakan bersamaan dengan suhu tubuh yang meninggi serta nyeri di bagian perut. Jika hal itu sudah terjadi, sesegera mungkin konsultasi dengan dokter karena dimungkinkan hal itu merupakan tanda terjadinya infeksi akibat ketuban yang pecah.  Namun jika tidak terjadi nyeri, hanya merasakan cairan yang keluar untuk dapat membedakan air ketuban dengan air kencing, sebelum tes ke dokter pun bisa dilakukan secara mandiri dengan mencoba memakai pembalut lalu raba dan cium baunya. Jika baunya terasa manis, hal tersebut memungkinkan jika itu adalah cairan ketuban namun jika baunya pesing, sudah jelas kalau itu hanya air kencing.

Menurut dr. Tjin Willy yang dilansir dalam laman alodokter, untuk dapat mengenali cairan ketuban dan kondisi janin, dapat dilakukan konsultasi pada dokter dengan diberikan penanganan sebagai berikut: 

  • Tes pH, test PH dilakukan pada cairan yang keluar di vagina. Jika cairan yang ada kadar asam lebih tinggi dari cairan vagina normal, maka dapat dipastikan jika itu cairan yang keluar dari ketuban. 
  • USG, USG bisa dilakukan untuk memastikan kondisi janin dalam Rahim serta jumlah cairan dalam ketuban. 

Nah itulah pengertian ketuban pecah dini, kenali gejalanya demi terhindar dari kemungkinan buruk si ibu dan bayinya. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*